*Refresh (tarik ke bawah pada browser chrome) jika ada item (gambar, ikon) yang tidak ditampilkan dengan baik.

Sila dibaca dan diapresiasi
Donatur bulan Mei 2020: Anonim berdonasi sebesar Rp50.000 untuk "Pembalasan Mie Ayam dari Neraka". Anonim berdonasi sebesar Rp50.0000 untuk "Prahara Berdarah di Prapatan jengkol" .

15 April 2020

Prahara Berdarah di Prapatan Jengkol

Pengarang: Adit Bujbunen Al Buse
Genre: Horor/Komedi

" Ketertimpangan adem ayem dogmatis perspektip inagurasi ditengah keterasingan laga-laga minor menari bebas diatas legitimasi minyak jelantah tukang gorengan sehingga beradab berbarengan simpang siur meletup keras diantara penjelajahan konsumtif para alien di planet antah berantah menyelinap ketersingkapan rok batik nini-nini penjual surabi yang entah jlimet menimang kesenjangan nilai sosialita era informasi deras berguling mendera rasa simpatik chaos tetapi disertai batuk berdahak kapitalisme letoy dikikis tangan gurita kecil berhimpitan jelas akan ketiadaan esensi kehidupan... "
(Mufti “Amenk” Priyanka. Seniman grafis, Musisi)

Pengantar (klik untuk membaca)

Sebenarnya cerpenisasi musik ini adalah bentuk interpretasi pribadi saya dari karya audio menjadi karya barisan kata-kata. Sebagai perkembangan eksplorasi dari sebuah karya audio kolaborasi saya dengan Mantroj, musisi eksperimental elektronik dari Singapore. Mantroj adalah salah satu seniman jenius yang saya kagumi dari beberapa musisi-musisi eksperimental mancanegara keren lainnya. Khususnya yang berasal dari negara-negara tetangga macam Singapore dan Malaysia.

Jadi ceritanya, saat itu setelah menerima kiriman karya audio saya yang sudah ‘diacak-acak’ olehnya hasilnya seperti yang diduga, sangat mengagumkan! Saat mendengarnya imajinasi yang ada di kepala saya langsung liar berjalan. Sebuah visualisasi adegan pun tercipta. Saya langsung mengambil selembar kertas lusuh dan pensil mekanik untuk segera menuangkan gambar yang ada di kepala. Detil demi detil saya coba bangun dalam sebuah sketsa. Yang akhirnya berujung pada kesimpulan akhir, karya ini bisa diejawantahkan lagi ke bentuk yang lebih bertutur. Bertutur lugas tentunya dengan menggunakan alur cerita beserta penokohan karakter di dalamnya.

Sempat bingung saat ingin memilih wujud karya bertutur yang ingin dipakai. Antara komik dan cerita pendek. Akhirnya lagi-lagi karena kendala waktu dan teknis pengerjaan, saya memilih cerpen sebagai wujud bertutur yang digunakan. Dan adegan yang sudah saya tuangkan dalam sketsa akan duduk di kursi artwork sampul. Artwork yang berfungsi sebagai pemancing imajinasi awal sebelum masuk ke dalam cerpen dan tentu saja si karya induk, karya audio kolaborasi saya bersama Mantroj.
Selain sebagai bentuk eksplorasi karya yang jelas cerpenisasi musik ini juga saya buat sebagai bentuk tribute untuk skena noise music dan experimental music yang selama ini saya sukai.

Semoga asoi!


.adit

Pratinjau:
Klik pada gambar untuk membaca


Suka dengan konten ini? Silakan berdonasi seikhlasnya agar sang kreator konten bisa sumringah dan bahagia karena karyanya diapresiasi.

Donasi via Gopay
  1. Buka aplikasi GoPay di ponsel.
    >
    Dari desktop: scan QR code di bawah ini menggunakan aplikasi Gopay.
    > Dari ponsel: screenshot atau unduh (tekan lama pilih "download gambar") gambar lalu unggah ke aplikasi Gopay kamu.
  2. Lalu kirimkan pesan berisi "DONASI (*PRODUK)" beserta nama email via fitur pesan yang ada pada aplikasi Gopay. *Ganti kata "PRODUK" dengan judul atau rilisan yang diapresiasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ikuti si Kami